Hibah Kolaborasi Internasional: Pengembangan Vaksin COVID-19 Generasi Kedua
Ringkasan Hibah
Hibah WHO senilai Rp 2.5 miliar untuk pengembangan vaksin COVID-19 generasi kedua dengan teknologi mRNA.
Kata Kunci: COVID-19 vaccine mRNA technology international collaboration vaccine development WHO C-TAP biomedical research
Info Hibah
| Kategori | Hibah Internasional |
| Status | Sedang Berjalan |
| Mulai | 15 Jan 2024 |
| Selesai | 31 Dec 2026 |
| Total Dana | Rp 2,500,000,000 |
| Dana Dicairkan | Rp 750,000,000 |
| Sisa Dana | Rp 1,750,000,000 |
| Nomor Hibah | COVID-VAX-2024-015 |
| Tahun Anggaran | 2024-2026 |
| Skema | WHO COVID-19 Technology Access Pool |
| Sumber Dana | COVID-19 Technology Access Pool Fund |
Kontak
Hibah Terkait
Hibah Kolaborasi Blockchain: Digital Certificate Platform untuk Pendidikan Tinggi
World Bank & KemdikbudristekHibah Kolaborasi Riset Indonesia-Jepang: Robotika untuk Disaster Response
Japan Science and Technology Agency (JST) & Kemenristek BRINHibah Kolaborasi Internasional: Vaksin COVID-19 Generasi Kedua
Proyek kolaborasi internasional ini bertujuan mengembangkan vaksin COVID-19 generasi kedua yang lebih efektif terhadap variant baru virus SARS-CoV-2. Menggunakan teknologi mRNA dan protein subunit yang telah terbukti, proyek ini akan meningkatkan efikasi vaksin dan mengurangi efek samping dibandingkan generasi pertama.
Teknologi Vaksin:
- mRNA vaccine dengan self-amplifying RNA
- Protein subunit dengan adjuvant canggih
- Multivalent antigen untuk multiple variants
- Novel delivery system untuk mucosal immunity
- AI-driven antigen design
Kolaborasi Global: Proyek ini melibatkan kolaborasi dengan lembaga riset dari AS, Eropa, dan Asia. Transfer teknologi akan dilakukan secara bertahap untuk membangun kapasitas produksi vaksin di Indonesia.
Clinical Development: Uji klinis akan dilakukan di Indonesia dengan standar internasional. Proyek ini akan menghasilkan data safety dan efficacy yang komprehensif untuk regulatory approval.
Latar Belakang
Pandemi COVID-19 telah menunjukkan pentingnya kemandirian vaksin di tingkat nasional. Dengan munculnya variant baru virus, diperlukan vaksin generasi kedua yang lebih efektif. Kolaborasi internasional melalui WHO C-TAP memberikan kesempatan untuk transfer teknologi dan pengembangan kapasitas produksi vaksin di Indonesia.
Fokus Penelitian
Tujuan Hibah
Tujuan Hibah:
- Mengembangkan vaksin COVID-19 generasi kedua dengan efikasi lebih tinggi
- Memfasilitasi transfer teknologi vaksin dari negara maju ke Indonesia
- Mendukung uji klinis fase 1-2 di Indonesia
- Membiayai publikasi hasil riset di jurnal internasional
- Mendukung capacity building di bidang vaksinologi
Luaran yang Diharapkan
Luaran yang Diharapkan:
- Vaccine Candidates: 3 kandidat vaksin generasi kedua
- Clinical Trials: Phase 1-2 trials dengan 500+ subjek
- Scientific Publications: 15+ paper di jurnal top-tier
- Technology Transfer: Transfer mRNA production technology
- Regulatory Approval: Emergency Use Authorization
- Capacity Building: Training 50+ vaccine scientists
Persyaratan Aplikasi
Kriteria Kelayakan
- Tim peneliti dengan expertise di virologi atau imunologi
- Kolaborasi dengan lembaga internasional terkemuka
- Akses ke fasilitas BSL-3 dan GMP
Persyaratan Dokumen
- Joint proposal dengan partner internasional
- Detail transfer teknologi agreement
- Rencana uji klinis dan regulatory pathway
- IP sharing agreement
Syarat dan Ketentuan
Teknologi vaksin menjadi public good. Hasil riset wajib dibagikan melalui WHO C-TAP. Indonesia mendapat prioritas akses untuk produksi domestik.
Rincian Anggaran
| No | Kategori Biaya | Deskripsi | Jumlah (Rp) | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Personnel | Vaccine research and development team | 800,000,000 | - |
| 2 | Equipment | BSL-3 laboratory equipment and vaccine production facilities | 1,200,000,000 | - |
| 3 | Materials | Vaccine components and research materials | 300,000,000 | - |
| 4 | Travel | International collaboration and clinical trial travel | 150,000,000 | - |
| 5 | Other | Regulatory compliance and publication expenses | 50,000,000 | - |
| Total Rincian Anggaran: | 2,500,000,000 | |||
| Overhead (10.0%): | 250,000,000 | |||
| Total Keseluruhan: | 2,750,000,000 | |||
Kebutuhan Pelaporan
Laporan kemajuan bulanan untuk WHO dan Kemenkes. Wajib melaporkan safety data dari uji klinis secara real-time.
Dokumentasi & Laporan
Hasil Audit
Audit internasional menunjukkan compliance dengan WHO standards. Pre-clinical data menunjukkan efikasi 85% terhadap variant Omicron.