Skip ke Konten

Smart Water Quality Monitoring System dengan AI Prediction

Paten granted

Pencipta/Inventor: Prof. Dr. Siti Rahmawati, S.T., M.T., Dr. Budi Hartono, S.T., M.T.

Pemohon: Institut Teknologi Bandung - Fakultas Teknik Lingkungan

Tanggal Aplikasi: 2023-11-10

Nomor Registrasi: IDP000987654

Ringkasan

Perangkat sensor pintar untuk monitoring kualitas air secara real-time dengan teknologi IoT dan AI prediction. Sistem ini mampu mendeteksi 15 parameter kualitas air sekaligus, melakukan prediksi trend kualitas air, dan memberikan early warning system untuk pencemaran air. Dilengkapi dengan algoritma machine learning untuk analisis prediktif dan mobile application untuk monitoring jarak jauh.

Deskripsi

Smart Water Quality Monitoring System adalah inovasi perangkat monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) yang dilengkapi dengan artificial intelligence untuk prediksi dan early warning system.

Keunggulan Teknologi:

  • Multi-Parameter Sensing: Deteksi simultan 15 parameter: pH, DO, COD, BOD, turbidity, TDS, temperature, conductivity, ammonia, nitrate, phosphate, heavy metals, bacterial count, chlorine, alkalinity
  • AI Predictive Analytics: Algoritma machine learning untuk prediksi trend kualitas air 7 hari ke depan
  • Early Warning System: Notifikasi otomatis saat parameter melampaui batas aman WHO/EPA standards
  • Self-Calibrating Sensors: Sistem kalibrasi otomatis untuk menjaga akurasi pengukuran
  • Long Range Transmission: Kombinasi WiFi, LoRaWAN, dan NB-IoT untuk coverage area luas

Spesifikasi Teknis:

Power Supply:Solar panel 20W + Lithium battery 10Ah (2 tahun operasi)
Communication:WiFi 802.11n, LoRaWAN, NB-IoT, Bluetooth 5.0
Accuracy:±2% untuk semua parameter (WHO certified)
Operating Temp:-20°C to +70°C
Waterproof:IP68 rating, operational up to 50m depth

Aplikasi Penggunaan:

  • Monitoring sungai dan danau untuk environmental management
  • Kontrol kualitas air minum di water treatment plants
  • Aquaculture monitoring untuk optimasi budidaya ikan
  • Industrial wastewater monitoring untuk compliance
  • Smart city water infrastructure management

Sistem ini telah diimplementasikan di 25 lokasi monitoring di Indonesia dengan tingkat akurasi 98.5% dan cost reduction 60% dibandingkan metode manual testing.

Informasi HKI

Kategori: Teknologi Lingkungan

Kantor Pendaftaran: Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) - Kemenkumham

No. Aplikasi: P00202300045

No. Sertifikat: P-2024-004567

Tgl Pendaftaran: 2024-03-25

Tgl Publikasi: 2024-04-10

Tgl Pemberian: 2024-05-15

Bidang Teknis: Teknologi Lingkungan dan Internet of Things

Negara: Indonesia

Masa Perlindungan: 20 tahun

Berlaku Sampai: 2043-11-10

Perpanjangan: 2033-11-10

Informasi Teknis

Bidang Penemuan:
Perangkat monitoring kualitas air otomatis yang menggunakan array multi-sensor dengan teknologi IoT dan artificial intelligence untuk deteksi real-time, prediksi trend, dan early warning system pencemaran air.

Klasifikasi IPC: G01N 33/18, G01N 27/00, H04L 67/12

Klaim Paten

Total Klaim: 18

Klaim Bebas: 4

Klaim Tidak Bebas: 14

Teknik Sebelumnya

Sensor kualitas air konvensional yang hanya mengukur 1-3 parameter, memerlukan kalibrasi manual, dan tidak memiliki kemampuan prediktif seperti produk Hach, YSI, dan Hydrolab.

Komersialisasi
Sudah Dikomersialisasi

Penerima Lisensi: PT. Teknologi Sensor Indonesia

Perjanjian Lisensi: Lisensi non-eksklusif untuk produksi di Indonesia

Penerima Lisensi: CV. Enviro Solutions

Perjanjian Lisensi: Lisensi distribusi untuk Asia Tenggara

Dampak & Sitasi

Jumlah Sitasi: 28

Keluarga Paten: 3

Penghargaan

Mendapat Penghargaan

Gold Medal International Invention Innovation Competition 2024, Best Environmental Technology Award LIPI 2024

Informasi Tambahan

Kata Kunci:
IoT, sensor, water quality, environmental monitoring, AI prediction, early warning system, multi-parameter sensing

Keunggulan:
1. Multi-parameter sensing dalam satu device, 2. AI prediction untuk preventive action, 3. Self-calibrating technology, 4. Ultra-low power consumption, 5. Cost-effective mass deployment, 6. Real-time cloud analytics, 7. Mobile app integration