Sistem Monitoring Lingkungan Berbasis IoT
Smart Environmental Monitoring System
| Peneliti Utama: | Dr. Ir. Ahmad Susanto, M.T. |
| Tim: | Dr. Ir. Ahmad Susanto, M.T. (Lead), Dr. Sari Rahayu, S.T., M.T. Budi Setiawan, S.Kom., M.Kom. Rina Kusuma, S.T., M.T. Muhammad Rizki, S.T. |
| Pengembangan: | 2023 |
| Selesai: | 2023 |
| Kategori: | Teknologi Informasi |
| Pendanaan: | Hibah Penelitian Terapan Kemenristek 2023 |
| Teknologi: | Cloud Computing Internet of Things (IoT) |
Sistem monitoring lingkungan berbasis IoT ini menggunakan berbagai sensor untuk memantau kondisi lingkungan secara real-time. Sistem ini dapat mendeteksi polusi udara, suhu, kelembaban, kualitas air, dan tingkat kebisingan.
Data dari sensor dikumpulkan dan dikirim ke cloud server untuk analisis dan visualisasi. Pengguna dapat mengakses dashboard web dan aplikasi mobile untuk melihat kondisi lingkungan secara real-time dan menerima notifikasi jika ada parameter yang melebihi ambang batas.
Sistem ini telah diuji coba di beberapa lokasi strategis seperti sekolah, perkantoran, dan area industri dengan hasil yang memuaskan.
Mitra Kerjasama
Spesifikasi Teknis
- Sensor PM2.5, PM10 untuk kualitas udara
- Sensor DHT22 untuk suhu dan kelembaban
- Sensor MQ-135 untuk gas berbahaya
- Mikrocontroller ESP32 dengan WiFi dan Bluetooth
- Solar panel 20W dengan baterai backup
- Cloud storage dan dashboard real-time
- Mobile app untuk Android dan iOS
Poin Inovasi
- Multi-sensor terintegrasi dalam satu device
- Low power consumption dengan solar power
- Real-time monitoring dan alerting system
- Dashboard interaktif dengan visualisasi data historis
- Biaya lebih murah dibanding produk komersial sejenis
Informasi Komersialisasi
Target Pasar
Pemerintah daerah, sekolah, perkantoran, kawasan industri, dan masyarakat umum yang peduli lingkungan
Metrik Kinerja
- Akurasi sensor PM2.5: 95% dibanding alat standard
- Response time: < 2 detik
- Battery life: 7 hari tanpa solar (30+ hari dengan solar)
- WiFi range: 100 meter
- Data transmission success rate: 99.2%
- Uptime: 99.5% dalam 6 bulan testing
Keterbatasan
Sistem masih memerlukan koneksi internet yang stabil untuk real-time monitoring. Battery life terbatas pada kondisi cuaca mendung berkepanjangan. Perlu kalibrasi sensor setiap 6 bulan untuk akurasi optimal.
Penghargaan dan Pengakuan
Juara 2 - Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan Kemenristek 2023 Best Innovation Award - Indonesia Green Technology Expo 2023
Publikasi Terkait
Ahmad Susanto, et al. "IoT-based Multi-Sensor Environmental Monitoring System with Solar Power" - Journal of Environmental Technology, Vol 15(3), 2023 Presented at International Conference on IoT and Environmental Sustainability, Bali, 2023
Informasi Pasar
Potensi Pasar: Tinggi
Estimasi Ukuran Pasar: 1000+ unit untuk wilayah Indonesia dengan fokus kota-kota besar
Kekayaan Intelektual
Nomor Paten/HKI: P00202301234
Judul Paten/HKI: Sistem Monitoring Lingkungan Multi-Sensor Berbasis IoT dengan Energy Harvesting