Pengembangan Microgrid Energi Terbarukan untuk Pulau-Pulau Terluar
Hybrid Renewable Energy Microgrid for Remote Islands
Info Proyek
| Kategori | Penelitian Terapan |
| Status | Sedang Berjalan |
| Mulai | 01 Feb 2023 |
| Selesai | 31 Jan 2026 |
Proyek Terkait
Sistem IoT untuk Precision Agriculture di Lahan Kering
Dr. Ir. Suryadi Wirawan, M.Agr.Kata Kunci: microgrid renewable energy hybrid system solar power wind energy battery storage remote islands sustainable energy
Pengembangan Microgrid Energi Terbarukan untuk Pulau-Pulau Terluar
Proyek ini bertujuan mengembangkan sistem microgrid hybrid energi terbarukan untuk memberikan akses listrik yang andal dan berkelanjutan di pulau-pulau terluar Indonesia. Sistem ini mengintegrasikan energi surya, angin, penyimpanan baterai, dan generator diesel sebagai backup untuk mencapai penetrasi energi terbarukan minimal 70%.
Latar Belakang: Sekitar 2.000 pulau di Indonesia masih belum mendapat akses listrik yang memadai. Sistem kelistrikan konvensional menggunakan diesel generator dengan biaya operasional tinggi dan ketergantungan pada bahan bakar impor. Microgrid energi terbarukan menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan dan ekonomis.
Teknologi Utama:
- Solar PV System: Panel surya dengan MPPT controller untuk optimasi output
- Wind Turbine: Turbin angin kecil untuk daerah pesisir
- Battery Storage: Sistem penyimpanan lithium-ion untuk 24 jam supply
- Energy Management System (EMS): AI-based control untuk optimasi penggunaan energi
- SCADA Monitoring: Remote monitoring dan kontrol sistem
Implementasi Pilot: Sistem microgrid telah dibangun di Pulau Natuna dengan kapasitas 400 kW, terdiri dari 300 kWp solar PV, 100 kW wind turbine, 500 kWh battery storage, dan 200 kVA diesel backup. Sistem ini telah beroperasi dengan reliability 99.7% dan mengurangi konsumsi diesel hingga 85%.
Target Jangka Panjang: Pengembangan 5 microgrid di pulau-pulau terluar dengan total kapasitas 2.5 MW, mencapai pengurangan emisi CO2 hingga 5.000 ton per tahun dan penghematan biaya operasional Rp 4 miliar per tahun.
Dampak: Proyek ini tidak hanya memberikan akses listrik 24 jam tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi lokal seperti cold storage, home industry, dan konektivitas digital.
Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian:
- Merancang dan mengimplementasikan microgrid hybrid (solar-wind-diesel) untuk 5 pulau terluar Indonesia
- Mengembangkan energy management system (EMS) cerdas untuk optimasi penggunaan renewable energy
- Mencapai penetrasi renewable energy minimal 70% dengan reliability 99.5%
- Mengurangi konsumsi diesel hingga 80% dan emisi CO2 hingga 1000 ton/tahun per lokasi
- Pelatihan teknisi lokal untuk operasional dan maintenance sistem
Metodologi
Metodologi:
- Site Assessment: Survey potensi solar dan wind resource di 10 pulau kandidat
- System Design: Optimal sizing solar PV, wind turbine, battery storage, dan backup diesel generator
- EMS Development: AI-based energy management dengan weather forecasting
- Implementation: Installation dan commissioning di 5 lokasi pilot
- Monitoring & Evaluation: Performance monitoring 24/7 dengan remote SCADA system
Tim Peneliti
Ketua Peneliti
Prof. Dr. Ir. Bambang Riyanto, M.Sc.
Anggota Peneliti
Dr. Eng. Hendra Gunawan, S.T., M.Eng. - Power Systems Expert
Dr. Ratna Kusuma, S.T., M.T. - Renewable Energy Specialist
Ir. Agus Prasetyo, M.T. - Control Systems Engineer
Siti Rahayu, S.T., M.T. - Energy Storage Expert
Asisten Peneliti
Dr. Ahmad Santoso, S.T. - Power Systems Engineer
Maya Sari, M.Eng. - Renewable Energy Specialist
Rizky Pratama, S.T. - Control Systems Engineer
Fitri Handayani, S.Kom. - Data Scientist
Mahasiswa Terlibat
Muhammad Rizki - Research: Advanced Control Strategies for Hybrid Microgrids
Dewi Purnama - Research: Battery Degradation Modeling in Tropical Climate
Andi Kurniawan - Thesis: Machine Learning for Solar Power Forecasting
Sari Lestari - Thesis: Optimal Energy Storage Sizing
Budi Hartono - Thesis: Diesel Generator Scheduling Optimization
Ahmad Santoso - Final Project: Solar PV System Design
Maya Sari - Final Project: Wind Turbine Performance Analysis
Rizky Pratama - Final Project: Energy Management System Development
Kolaborasi
Mitra Pemerintah
Dr. Ir. Hendra Gunawan, M.Eng.
Penyedia regulasi dan kebijakan energi terbarukan
Mitra Industri
Dampak & Pencapaian
Pencapaian & Prestasi
- Microgrid Pulau Natuna mencapai 75% renewable energy penetration
- Pengurangan konsumsi diesel sebesar 85% (dari 120,000 liter/tahun menjadi 18,000 liter/tahun)
- System reliability 99.7% dalam 12 bulan operasi
Dampak Sosial
Proyek ini memberikan akses listrik yang andal dan berkelanjutan untuk masyarakat di pulau-pulau terluar Indonesia. Sebelumnya, listrik hanya tersedia 6-8 jam per hari dari diesel generator dengan biaya tinggi. Dengan microgrid renewable, masyarakat kini memiliki akses listrik 24 jam dengan biaya lebih murah. Ini membuka peluang untuk pengembangan ekonomi lokal seperti cold storage untuk ikan, home industry, dan konektivitas internet.
Dampak Ekonomi
Penghematan biaya operasional mencapai Rp 800 juta/tahun per lokasi dari pengurangan konsumsi diesel. ROI diperkirakan 8-10 tahun. Selain itu, proyek ini menciptakan lapangan kerja untuk teknisi lokal dan peluang bisnis baru bagi masyarakat.
Dampak Kebijakan
Hasil penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan energi terbarukan dan transisi energi di Indonesia. Sistem microgrid ini dapat menjadi model untuk 2000+ pulau terluar yang masih bergantung pada diesel.
Progress & Milestone
Milestone & Target
| Milestone | Target Date | Status | Progress |
|---|---|---|---|
| Site survey and resource assessment | Q1 2023 | ✓ Completed | 100% |
| Detailed engineering design | Q3 2023 | ✓ Completed | 100% |
| First microgrid commissioning (Natuna) | Q1 2024 | ✓ Completed | 100% |
| Second and third microgrids construction | Q3 2024 | In Progress | 75% |
| All 5 microgrids operational | Q1 2025 | Planned | 0% |
| Final evaluation and reporting | Q4 2025 | Planned | 0% |
Kegiatan Saat Ini
Aktivitas Saat Ini:
- Konstruksi microgrid di Pulau Raas dan Pulau Damar
- Pengembangan AI-based energy management system
- Pelatihan teknisi lokal di 3 lokasi
- Monitoring performa sistem 24/7
Langkah Selanjutnya
Langkah Selanjutnya:
- Commissioning 2 microgrid tambahan di 2024
- Pengembangan business model untuk sustainability
- Replikasi ke 20 pulau terluar lainnya
- Integrasi dengan smart grid nasional